Sustainability

Sustainability

 Program Pemanfaatan Energi

Energi yang berasal dari alam seperti fosil-fosil yang menghasilkan gas, batu bara dan minyak bumi, matahari, air, dan angin merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia karena sifatnya yang dapat menggerakkan berbagai hal di dunia. Selama ini sebagian besar sumber energi utama manusia di bumi lebih terfokus pada penggunaan bahan bakar fosil yang telah banyak menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2, dan telah memberikan kontribusi terbesar bagi pemanasan global.

Pada dasarnya masalah energi di Fakultas Psikologi adalah pemakaian energi listrik yang berlebihan. Setiap tahun dapat diprediksi adanya kenaikan pemakaian listrik. Hal tersebut dikarenakan perilaku pengguna yang konsumtif dan belum sadar tentang pemakaian dan penggunaan listrik. Akibat dari pemakaian listrik yang berlebihan bias berdampak pada krisis listrik. Pemakaian listrik yang tidak terkontrol dapat berdampak pada naiknya biaya anggaran untuk pembayaran penggunaan listrik. Disamping itu pengadaan peralatan kantor yang bertambah akan berdampak juga kenaikan konsumsi listrik.

Untuk itu, perlu upaya-upaya efisiensi dalam penggunaannya dan terus mengembangkan energi alternatif lain yang ramah lingkungan, seperti:

  1. Terwujudnya program penghematan energi di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  2. Melaksanakan penghematan dengan tindakan nyata seperti pemilihan dan penggunaan listrik, lampu (LED), pendingin ruangan (AC) yang hemat energi dan tindakan-tindakan lainnya serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan (energi matahari untuk pencahayaan).
  3. Memastikan bahwa semua peralatan yang menggunakan listrik tidak menyala saat tidak ada aktifitas.

 Program Pengurangan Timbulan Sampah

Sampah merupakan permasalahan klasik yang kerap timbul dalam kehidupan sehari-hari kita. Kampus sebagai suatu Lembaga/ Institusi yang fungsi utamanya menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat, tentunya dalam semua kegiatannya tidak terlepas dari penggunaan kertas yang cukup banyak bahkan cenderung sangat boros. Selain kertas kampus juga turut menghasilkan limbah atau sampah baik itu limbah organik maupun non organik yang berasal dari laboratorium dan kantin-kantin yang menghasilkan sisa makanan/minuman. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya volume limbah/ sampah.

Peningkatan produksi limbah/sampah ini sangat memicu terjadinya perubahan iklim dan diperkirakan akan semakin hebat jika tidak ada upaya untuk menguranginya. Dua senyawa kimia terbesar yang berkontribusi terjadinya pemanasan global adalah gas karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Kedua senyawa tersebut sebagian besar dihasilkan dari sampah. Oleh sebab itu, di dalam lingkungan kampus perlu pengelolaan sampah yang tepat dan bijak dengan menerapkan konsep 4 R (Reduce, Recycle, Reuse dan Repair atau Recovery).

  1. Terwujudnya pengelolaan sampah dan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  2. Mendorong pembentukan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  3. Mendorong upaya-upaya pendaurulangan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun
  4. Melakukan sosialisasi kebersihan di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Program Pemanfaatan Lahan

 

Efisiensi penggunaan lahan di lingkungan kampus juga perlu mendapat perhatian. Idealnya harus ada perimbangan antara luas bangunan dengan ruang terbuka hijau. Minimal 30% lahan kampus sebaiknya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) kecenderungan bahwa banyak lahan-lahan di lingkungan kampus yang belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan cenderung ditelantarkan atau dibiarkan sebagai lahan tidur (sleeping land) atau ruang hilang (lost space). Padahal bila lahan yang ada dimanfaatkan bagi berbagai macam tanaman, termasuk tanaman produktif misalnya buah-buahan akan memberikan manfaat ganda. Disatu sisi tanaman dapat mendaurulang gas-gas CO2 di udara, sekaligus menghasilkan udara segar (oksigen) yang memberikan kenyamanan bagi lingkungan sekitarnya, yang berarti juga akan mengurangi pemanasan global, disisi lain tanaman buah- buahan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga kampus/masyarakat. Disamping itu dengan adanya vegetasi/tanaman dapat memberikan nilai estetika/keindahan tersendiri bagi lingkungan kampus.

Program Penanggulangan Pencemaran Udara

Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya atau tercampurnya polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Pada dasarnya, secara alamiah, alam mampu mendaur ulang berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup, namun bila konsentrasi limbah yang dihasilkan sudah tidak sebanding lagi dengan laju proses daur ulang maka akan terjadi pencemaran. Pencemaran lingkungan yang paling mempengaruhi keadaan iklim dunia adalah pencemaran udara. Di Fakultas Psikologi diperkirakan pencemaran udara yang terjadi berasal dari polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor, asap rokok, dan sampah yang telah membusuk. Pencemaran udara ini menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan di muka bumi. Semakin menipisnya lapisan ozon, dan pemanasan global merupakan dampak yang harus diwaspadai karena ini berarti menyangkut lestarinya keanekaragaman hayati, kelangsungan makhluk hidup di bumi dan keberadaan bumi itu sendiri.

  1. Terwujudnya kebijakan transportasi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
  2. Terwujudnya udara bersih, segar dan sehat di kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  3. Perlunya kampanye penggunaan sepeda, bis kuning dan upaya-upaya lainnya yang berwawasan lingkungan sebagai sarana transportasi di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  4. Memperhatikan perbandingan jumlah lahan yang digunakan kendaraan bermotor untuk parkir dengan jumlah pohon di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor: 1805/SK/R/UI/2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok UI, maka di lingkungan kampus UI:

  1. Dilarang menghisap atau menikmati rokok, kecuali di tempat yang telah disediakan khusus untuk merokok.
  2. Perusahaan rokok atau institusi yang citranya terkait dengan rokok dilarang menjadi sponsor yang terkait dengan kegiatan mahasiswa, pendidik, dan/atau tenaga kependidikan di KTR UI.
  3. Universitas Indonesia tidak menerima beasiswa yang berasal dari Perusahaan Rokok atau institusi yang citranya terkait dengan rokok.
  4. Penerima beasiswa di Universitas Indonesia adalah bukan perokok aktif
  5. Petugas Satuan Pengamanan dilarang merokok saat melaksanakan tugas.
  6. Petugas Satuan Pengamanan berhak menegur warga UI yang merokok di area kampus UI

 

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

X