Depok, 11 Agustus 2025. Sebuah penelitian disertasi menunjukkan pentingnya peran fleksibilitaskognitif dalam menjelaskan bagaimana kelompok dewasa muda berusia 18-25 tahun atau dikenaldengan emerging adults tetap mampu melakukan koping adaptif. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswi Program Studi Doktor Fakultas Psikologi UniversitasIndonesia (UI), Stephanie Yuanita Indrasari, S.Psi., M.Psi. Psikolog, menunjukkan bahwa efek burukstres menjadi lebih berkurang dengan adanya fleksibilitas kognitif, sehingga kelompok emerging adultsmampu melakukan koping adaptif. Emerging adults pada rentang usia...Read More
Depok, 11 Agustus 2025. Semakin bertambahnya usia seseorang, konsep kebahagiaan berparadigma hedonic cenderung lebih menurun, sementara paradigma eudaimonic akan semakin meningkat. Konsep kebahagiaan pada setiap kelompok usia mengacu pada paradigma hedonic terkait “perasaanpositif”. Selain itu, terlihat pula paradigma eudaimonic, khususnya terkait dengan “kebersamaan dengan orang lain” dan “aspek spiritualitas-religiusitas”. Hal itu merupakan hasil penelitian dalam sebuah disertasi berjudul “Konsep Kebahagiaan Berdasarkan Perspektif Psikologi Perkembangan pada Orang Indonesia” oleh seorang mahasiswi...Read More
DEPOK, 31 Juli 2025 – Anisia Kumala Masyhadi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kekerasan Suami pada Istri, Ideologi Gender dan Pencarian Signifikansi Diri: Memahami Psikologi Pelaku dan Non Pelaku pada Individu dari Komunitas Keagamaan” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Kamis (24/07/2025) lalu. Penelitian ini, yang diPromotori oleh Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog dan KoPromotor Prof. Dr. Mirra Noor Milla, S.Sos., M.Si.,...Read More
Menyayangi diri sendiri sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan dan menenangkan namun bersifat sementara, misalnya pergi liburan, menghabiskan uang dengan berbelanja, atau istirahat dengan tidur lebih lama dari biasanya. Padahal jika kita bicara tentang menyayangi diri sendiri, filosofinya lebih dari hanya sekadar memanjakan diri dengan sesaat. Menyayangi diri sendiri sebenarnya lebih dalam dari sekadar pemanjaan sesaat. Salah satu bentuk nyata menyayangi diri adalah dengan menjaga kesehatan tubuh dan mental melalui...Read More
Mengapa anak-anak begitu suka bermain? Mengapa mereka bisa menghabiskan berjam-jam dalam dunia imajinasi mereka, membangun istana dari bantal, atau berlari-lari tanpa henti di taman? Bagi sebagian orang tua, bermain mungkin dianggap kurang penting dibandingkan belajar formal. Lebih dari sekadar hiburan, bermain adalah fondasi penting bagi perkembangan optimal anak. Untuk membahas lebih dalam mengenai peran krusial bermain dari sudut pandang psikologi, kita akan telusuri lebih lanjut bersama seorang ahli yang sudah...Read More