DEPOK, 6 Januari 2026 – Metode Assessment Center (AC) telah menjadi peran penting dalam berbagai konteks seleksi, pengembangan, dan penempatan sumber daya manusia di Indonesia. Keunggulan utamanya terletak pada prinsip multi-metode dan multi-penilai, yang memungkinkan penilaian kompetensi dilakukan secara komprehensif. Namun, karakteristik ini juga menghadirkan kompleksitas, sehingga menjaga kualitas dan akurasi penilaian menjadi tantangan berkelanjutan.
Sebuah penelitian doktoral dari Fakultas Psikologi UI, Selasa, 6 Januari 2026, oleh Maharani Syahratu Kertapati, menyoroti aspek kognitif asesor yang jarang diteliti: impresi awal. Disertasi berjudul “Pengaruh Impresi Awal Asesor terhadap Akurasi Penilaian dalam Metode Assessment Center pada Dimensi Ukur dan Jenis Simulasi yang Berbeda” ini menguji bagaimana evaluasi awal yang terbentuk sebelum proses observasi dimulai memengaruhi keseluruhan proses penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa impresi awal asesor secara signifikan memengaruhi akurasi penilaian dalam metode AC, namun pengaruh tersebut tidak bersifat simetris.
- Asesor dengan impresi awal positif menghasilkan akurasi penilaian yang lebih rendah dibandingkan asesor dengan impresi awal negatif maupun tanpa impresi awal.
- Sebaliknya, impresi awal negatif tidak terbukti menghasilkan akurasi penilaian yang lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa impresi awal.
Selain itu, jenis dimensi yang dinilai juga memengaruhi akurasi; penilaian terhadap dimensi relasional menghasilkan akurasi yang lebih rendah dibandingkan dimensi administratif. Sementara itu, jenis simulasi (individual atau interpersonal) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap akurasi penilaian.
Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kondisi kognitif awal asesor. Temuan ini juga menekankan perlunya perancangan dimensi yang menyediakan isyarat perilaku yang jelas dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas penilaian dalam praktik Assessment Center .
Penelitian ini dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Guritnaningsih, Psikolog, serta Kopromotor Dr. Dewi Maulina, M.Psi., Psikolog, dan Drs. R. Urip Purwono, M.Sc., Ph.D., Psikolog.

