DEPOK, 31 Juli 2025 – Anisia Kumala Masyhadi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kekerasan Suami pada Istri, Ideologi Gender dan Pencarian Signifikansi Diri: Memahami Psikologi Pelaku dan Non Pelaku pada Individu dari Komunitas Keagamaan” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Kamis (24/07/2025) lalu. Penelitian ini, yang diPromotori oleh Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog dan KoPromotor Prof. Dr. Mirra Noor Milla, S.Sos., M.Si.,...Read More
Menyayangi diri sendiri sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan dan menenangkan namun bersifat sementara, misalnya pergi liburan, menghabiskan uang dengan berbelanja, atau istirahat dengan tidur lebih lama dari biasanya. Padahal jika kita bicara tentang menyayangi diri sendiri, filosofinya lebih dari hanya sekadar memanjakan diri dengan sesaat. Menyayangi diri sendiri sebenarnya lebih dalam dari sekadar pemanjaan sesaat. Salah satu bentuk nyata menyayangi diri adalah dengan menjaga kesehatan tubuh dan mental melalui...Read More
Mengapa anak-anak begitu suka bermain? Mengapa mereka bisa menghabiskan berjam-jam dalam dunia imajinasi mereka, membangun istana dari bantal, atau berlari-lari tanpa henti di taman? Bagi sebagian orang tua, bermain mungkin dianggap kurang penting dibandingkan belajar formal. Lebih dari sekadar hiburan, bermain adalah fondasi penting bagi perkembangan optimal anak. Untuk membahas lebih dalam mengenai peran krusial bermain dari sudut pandang psikologi, kita akan telusuri lebih lanjut bersama seorang ahli yang sudah...Read More
“Kenapa sih nilaiku masih jelek? Padahal aku sudah belajar lho”, “Aku sudah baca, tapi kok ga inget-inget ya?”, “Materinya banyaaak banget!” Pertanyaan dan pernyataan ini sering saya dapatkan saat nilai Ujian Tengah Semester (UTS) diterima oleh mahasiswa. Beberapa dari mereka kecewa karena merasa sudah belajar namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Terkadang saat pembahasan soal, mereka baru sadar akan kesalahan dalam berpikirnya. Sehingga mereka sering merasa cemas atau...Read More
Depok, 23 Juli 2025. Universitas Indonesia (UI) menyerahkan Insentif Prestasi Kinerja (IPK)kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) melalui perwakilan dari masing-masing unit kerja.Penyerahan ini sebagai bentuk komitmen pimpinan universitas terhadap kesejahteraan parapekerjanya demi peningkatan kualitas UI. “Langkah ini merupakan upaya UI untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang bertarafinternasional yang pada ujungnya meningkatkan revenue bagi universitas,” kata Rektor UI, Prof.Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, usai penyerahan IPK dosen dan tendik...Read More