DEPOK – Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F.Psi UI) merayakan Dies Natalis ke-66 pada Rabu (01/07) dengan mengusung tema “Merawat Bumi, Menyehatkan Jiwa: Psikologi untuk Masa Depan Berkelanjutan.” Menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Bapak Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., sebagai pembicara orasi ilmiah. Perayaan ini menjadi ruang refleksi mengenai kontribusi ilmu psikologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Dekan F.Psi UI, Dicky C. Pelupessy, Ph.D. Dalam sambutannya, Dekan mengajak seluruh sivitas akademika untuk melihat keterkaitan erat antara kesehatan mental dan kelestarian lingkungan. Melalui ilustrasi sederhana mengenai seorang anak yang menggunakan masker untuk melindungi diri dari polusi udara, beliau menegaskan bahwa kondisi lingkungan membentuk pengalaman psikologis manusia sejak usia dini. Dekan F.Psi UI juga memperkenalkan salah satu riset internasional F.Psi UI, Factors Affecting Childhood Exposures to Urban Particulates (FACE-UP), yang meneliti perilaku anak dalam melindungi diri dari paparan polusi udara. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana ilmu psikologi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak di tengah tantangan lingkungan global.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-66 F.Psi UI sekaligus mengapresiasi kontribusi fakultas selama lebih dari enam dekade dalam melahirkan akademisi, psikolog, peneliti, dan pemimpin yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menilai tema “Merawat Bumi, Menyehatkan Jiwa” sangat relevan dengan tantangan masa kini, seraya menekankan bahwa kesehatan mental dan kelestarian lingkungan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Rektor berharap momentum Dies Natalis ini semakin memperkuat kolaborasi antar lintas disiplin di lingkungan Universitas Indonesia, F.Psi UI, dan Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam mengembangkan riset, edukasi, serta inovasi berbasis ilmu perilaku demi mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah F.Psi UI, acara turut menghadirkan pemutaran video mengenai kiprah Prof. Dr. Saparinah Sadli, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada keluarga beliau sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya bagi perkembangan psikologi, perjuangan hak perempuan, serta kemanusiaan di Indonesia. Momentum ini kemudian dilengkapi dengan sesi talkshow bertajuk“Dari Layar Lebar ke Ladang” yang menghadirkan Sdri. Rachel Amanda Aurora, S.Psi., M.Sc. dan Sdri. Siti Soraya Cassandra S.Psi., B.A. sebagai narasumber dan Ibu Whinda Yustisia, M.Sc., Ph.D. sebagai pemandu acara yang mendiskusikan hubungan antara kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan mental, dan peran generasi muda dalam mewujudkan keberlanjutan.
Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah bertajuk “Dari Krisis ke Kesadaran: Menyembuhkan Jiwa Manusia dan Bumi Secara Bersamaan” yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI. Dalam orasinya, Menteri menekankan bahwa perubahan iklim pada hakikatnya merupakan persoalan perilaku manusia. Oleh karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya mengandalkan regulasi maupun teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan cara berpikir dan perilaku masyarakat. Beliau memperkenalkan gagasan environmental intelligence, yaitu kemampuan memahami keterkaitan antara manusia dan alam serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi keberlanjutan kehidupan. Selain itu, beliau menyoroti pentingnya membangun climate literacy, psychological resilience, dan psychological ownership sebagai fondasi psikologis dalam menghadapi krisis lingkungan. Menurutnya, psikologi memiliki posisi strategis dalam mengembangkan kebijakan publik berbasis ilmu perilaku sekaligus membangun budaya lingkungan di Indonesia. Menteri juga mengajak F.Psi UI untuk menjadi pelopor dalam pengembangan environmental psychology, behavioral science, serta inovasi kebijakan berbasis ilmu perilaku yang mendukung perlindungan lingkungan hidup. Beliau berharap kampus dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat. Menutup orasinya, beliau menegaskan bahwa kecerdasan abad ke-21 tidak lagi hanya diukur dari kemampuan memecahkan persoalan, melainkan juga dari kemampuan menjaga bumi sebagai satu-satunya tempat kehidupan manusia berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, Dekan F.Psi UI menyerahkan penghargaan kepada Menteri Lingkungan Hidup RI, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Rektor UI.
Suasana semakin semarak melalui penampilan tari tradisional “Ratoeh Jaroe” oleh Kencana Pradipa dan light orchestra oleh Psiko UI Light Orchestra bertajuk “Harmoni untuk Bumi.” Memasuki sesi internal, F.Psi UI memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengundian doorprize serta makan siang bersama seluruh tamu undangan dan sivitas akademika.
Melalui Dies Natalis ke-66 ini, F.Psi UI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ilmu psikologi yang relevan terhadap tantangan zaman. Sejalan dengan tema “Merawat Bumi, Menyehatkan Jiwa,” F.Psi UI berharap kolaborasi antara psikologi, ilmu lingkungan, dan berbagai disiplin ilmu lainnya mampu melahirkan inovasi yang mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat secara mental sekaligus berkelanjutan secara ekologis.
Kontak Media
Humas Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia



