Penelitian Doktor UI Perkenalkan Konsep “Kredibilitas Relasional” untuk Menjelaskan Mengapa Orang Percaya Berita Palsu

Mengapa seseorang tetap mempercayai berita palsu meskipun informasi yang benar tersedia dengan mudah? Selama ini, banyak penelitian menjelaskan fenomena tersebut melalui faktor kemampuan berpikir kritis atau pengaruh emosi. Namun, penelitian doktor yang dilakukan oleh Hasyim Asyari,dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu hubungan sosial antara penerima informasi dengan figur yang menyampaikan informasi. Dalam sidang promosi doktor yang diselenggarakan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Hasyim memperkenalkan konsep Kredibilitas Relasional (Relational Credibility) untuk menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap informasi tidak hanya ditentukan oleh apakah seseorang dianggap kredibel, tetapi juga oleh sejauh mana individu memiliki hubungan sosial, kedekatan psikologis, dan kesamaan nilai dengan figur tersebut.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penyebaran berita palsu di media sosial yang tidak hanya berdampak pada kehidupan politik, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan kohesi sosial masyarakat. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis dapat membantu individu membedakan informasi yang benar dan salah. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut belum sepenuhnya menjelaskan mengapa orang tetap mempercayai informasi yang keliru ketika informasi tersebut berasal dari figur yang mereka percaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian dilakukan melalui tiga studi yang saling melengkapi. Studi pertama memetakan hubungan antara trusted endorsement, relational trust, analytical reasoning, dan belief in fake news. Studi kedua mengembangkan dan memvalidasi konstruk relational trust yang terdiri atas enam dimensi, yaitu respect, personal regard, competence, integrity, social closeness, dan value congruence. Selanjutnya, studi ketiga menggunakan eksperimen faktorial untuk menguji bagaimana trusted endorsement, relational trust, dan analytical reasoning secara bersama-sama memengaruhi kepercayaan terhadap berita palsu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan sekadar persepsi terhadap kredibilitas figur. Individu cenderung lebih mudah menerima informasi ketika informasi tersebut berasal dari orang yang mereka rasakan dekat, memiliki kesamaan nilai, atau menjadi bagian dari kelompok sosial yang sama. Dengan kata lain, seseorang tidak mempercayai informasi hanya karena siapa yang menyampaikannya, tetapi karena makna relasional yang dimiliki figur tersebut bagi dirinya. Temuan tersebut kemudian melahirkan konsep Kredibilitas Relasional, yaitu bentuk kredibilitas yang tidak semata-mata berasal dari atribut sumber informasi seperti keahlian (expertise) atau keterpercayaan (trustworthiness), tetapi juga dibangun melalui kualitas hubungan sosial antara penyampai informasi dan penerima informasi. Konsep ini memperluas pemahaman mengenai mekanisme terbentuknya kepercayaan terhadap informasi, khususnya dalam konteks media sosial.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa kemampuan analytical reasoning tetap berperan penting dalam membantu individu mengevaluasi informasi secara kritis. Namun, pengaruh kemampuan berpikir tersebut tidak bekerja secara seragam. Efektivitasnya bergantung pada konteks sosial yang menyertai informasi, termasuk ada atau tidaknya figur yang memberikan endorsement serta tingkat kedekatan relasional antara individu dengan figur tersebut. Temuan ini memberikan implikasi bahwa upaya mengurangi penyebaran berita palsu tidak cukup hanya melalui peningkatan literasi digital atau kemampuan berpikir kritis. Strategi komunikasi publik juga perlu mempertimbangkan pentingnya hubungan sosial dalam penyebaran informasi. Oleh karena itu, guru, dosen, tenaga kesehatan, tokoh agama, pemimpin komunitas, maupun figur publik yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di masyarakat dapat berperan sebagai agen penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya.

Kontak Media

Humas Fakultas Psikologi

Universitas Indonesia