Bakti Tak Harus Serumah: Temuan Penelitian tentang Lansia dan Anak Dewasa yang Tinggal Bersama di Indonesia

DEPOKUnit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F.Psi. UI) menggelar Research Day Seri 5 pada Jumat (29/05), secara daring lewat Zoom. Webinar ini dihadiri oleh Ibu Lathifah Hanum, M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai narasumber dan Sdri. Khairunnisa Fahira Dumbi, M.Psi., Psikolog sebagai moderator, di mana keduanya merupakan anggota Kelompok Riset Studi Keluarga Fakultas Psikologi UI. Paparan bertajuk “Antara Bakti dan Beban: Suara Lansia dan Anak Dewasa tentang Tinggal Bersama di Indonesia” ini membedah fenomena yang sangat dekat dengan keseharian banyak keluarga Indonesia. Pasalnya, data BPS (2024) mencatat 70,18% lansia tinggal dalam satu atap bersama anak dan cucunya.

Penelitian ini menggali cerita dari 20 lansia dan 30 anak dewasa di berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi, lewat wawancara mendalam berbasis vignette, yaitu skenario hipotetis yang dipakai untuk memancing respons lebih jujur. Hasilnya, ada lima faktor yang ternyata ikut memengaruhi keputusan tinggal bersama: rasa bakti kepada orang tua, kualitas hubungan keluarga, status pernikahan, kondisi keuangan, serta kesehatan dan kemampuan beradaptasi. Yang menarik, keputusan ini ternyata tidak semata soal kewajiban. Baik lansia maupun anak dewasa sama-sama memandang perawatan orang tua sebagai tanggung jawab yang bisa dibagi dan disesuaikan dengan situasi keluarga masing-masing.

Satu pesan yang paling kuat dari penelitian ini yakni bakti kepada orang tua tidak harus berarti tinggal serumah. Hubungan yang hangat, komunikasi yang terbuka, dan dukungan yang konsisten jauh lebih bermakna dibanding sekadar satu atap. Diskusi di sesi tanya jawab pun melebar ke isu-isu yang tidak kalah nyata, mulai dari tekanan ekonomi yang membuat tinggal bersama jadi satu-satunya pilihan, beban sandwich generation, persaingan antaranak dalam urusan merawat orang tua, hingga pentingnya menjaga batasan yang sehat saat orang tua dan anak dewasa hidup bersama dalam satu rumah.

Kontak Media
Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia