{"id":8112,"date":"2023-08-24T02:21:51","date_gmt":"2023-08-24T02:21:51","guid":{"rendered":"https:\/\/dev-psikologi.ui.ac.id\/?p=8112"},"modified":"2024-09-26T02:22:36","modified_gmt":"2024-09-26T02:22:36","slug":"selamat-ulang-tahun-ke-97-prof-dr-saparinah-sadli-dekan-fakultas-psikologi-ui-1976-1981-dan-guru-besar-purnabakti-fakultas-psikologi-ui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/2023\/08\/24\/selamat-ulang-tahun-ke-97-prof-dr-saparinah-sadli-dekan-fakultas-psikologi-ui-1976-1981-dan-guru-besar-purnabakti-fakultas-psikologi-ui\/","title":{"rendered":"Selamat Ulang Tahun ke-97 Prof. Dr. Saparinah Sadli (Dekan Fakultas Psikologi UI 1976-1981 dan Guru Besar Purnabakti Fakultas Psikologi UI)"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Tepat pada tanggal 24 Agustus 2023 hari ini, Prof. Dr. Saparinah Sadli yang akrab disapa Ibu Sap ini genap berusia 97 tahun. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia telah berkomitmen dan konsisten untuk terus berkontribusi dan berdedikasi. Bahkan di masa lanjut usianya, ia pun masih terus berkarya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ibu Sap <\/span><span data-contrast=\"auto\">merupakan Dekan Fakultas Psikologi UI tahun 1976-1981 yang berkarier sebagai akademisi, motivator, mediator, penggerak masyarakat, sekaligus pejuang HAM khususnya bagi perempuan. Fakultas Psikologi UI merupakan tempat awal <\/span><span data-contrast=\"auto\">karier akademiknya <\/span><span data-contrast=\"auto\">dan juga tempat ia menimba ilmu untuk meraih gelar doktornya. \u201cPsikologi di Indonesia: Sumbangannya kepada masyarakat serta masalah-masalah dalam perkembangannya\u201d menjadi judul pidato dalam pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar <\/span><span data-contrast=\"auto\">Fakultas Psikologi UI <\/span><span data-contrast=\"auto\">di tahun 1985. Kontribusinya terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan dengan <\/span><span data-contrast=\"auto\">mendirikan <\/span><span data-contrast=\"auto\">Program Studi Kajian Wanita pada tahun 1990. Program ini menjadi salah satu program Pascasarjana di Universitas di Indonesia yang ia pimpin selama 10 tahun (1990-2000).\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebagai pejuang isu kesetaraan gender, ia berkomitmen untuk memperjuangkan perempuan agar terbebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Komitmen ini ia tunjukkan bersama-sama dengan gerakan perempuan. Ia juga menjadi tokoh yang memberikan usulan kepada presiden atas hasil penyelidikan kekerasan seksual pada tragedi kerusuhan Mei 1998. Usulan tersebut menghasilkan Keputusan Presiden mengenai pendirian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Ia pun menjadi ketua pertama Komnas Perempuan tahun 1998-2004. Setelah masa kepemimpinannya berakhir, ia masih terlibat sebagai <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Past Preside<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"auto\">nt<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perjuangan dan dedikasinya membuat ia menerima beberapa penghargaan. Beberapa penghargaan yang pernah mengapresiasi dirinya diantaranya adalah \u201c<\/span><span data-contrast=\"auto\">Roosseno Award<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u201d(2017),\u00a0 \u201cNabil Award\u201d (2011),\u00a0 <\/span><span data-contrast=\"auto\">\u201cCendekiawan Berdedikasi Harian Kompas\u201d <\/span><span data-contrast=\"auto\">(<\/span><span data-contrast=\"auto\">2009<\/span><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><span data-contrast=\"auto\">, \u201cThe Asia Special Lifetime Achievement Award<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u201d (<\/span><span data-contrast=\"auto\">2008<\/span><span data-contrast=\"auto\">), dan <\/span><span data-contrast=\"auto\">\u201cAnugerah Hamengkubuwono IX\u201d dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta<\/span><span data-contrast=\"auto\"> (<\/span><span data-contrast=\"auto\">2004<\/span><span data-contrast=\"auto\">)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Selain itu, nama Saparinah Sadli diabadikan sebagai nama penghargaan \u201cAnugerah Saparinah Sadli\u201d. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan dua tahunan bagi perempuan yang dianggap telah berkontribusi besar di setiap bidangnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sepanjang perjalanan kariernya, ia juga mengisi waktunya untuk menulis buku. Beberapa karya bukunya diantaranya adalah \u201cKartini Pribadi Mandiri\u201d (1990), \u201cBerbeda tapi Setara: Pemikiran tentang Kajian Perempuan\u201d (2010), dan \u201cMenjadi Perempuan Sehat dan Produktif di Usia Lanjut\u201d (2015). Buku \u201cMenjadi Perempuan Sehat dan Produktif di Usia Lanjut\u201d menjadi bukti bahwa sebagai seorang lansia, ia masih sangat aktif. Ia merekam pengalaman hidup teman-teman perempuan seusianya. Hal tersebut sebagai bentuk penghayatan subyektif tentang diri dan memaknai terbukanya banyak kesempatan saat usia lanjut.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"none\">\u201c\u2026<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">saya menulis buku Menjadi Perempuan Sehat dan Produktif di Usia Lanjut, isinya\u202ftentang bagaimana di usia lanjut kita tidak perlu menjadi beban bagi keluarga atau negara\u202fdengan cara menjadi individu mandiri. Untuk perempuan muda, 24 jam mungkin kurang, tapi\u202funtuk lanjut usia seperti saya, 24 jam itu panjang sekali.\u202f<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">Saya merawat mental dengan terus membaca buku dan mengikuti apa yang terjadi dalam\u202fmasyarakat serta tetap bersosialisasi<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">, sebab lingkaran sosial lansia terus menyempit<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">,\u201d<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> ujarnya dalam sebuah wawancara media massa.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Selamat ulang tahun ke-97 Prof. Dr. Saparinah Sadli<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Terima kasih telah menjadi bintang yang terus bersinar sepanjang masa!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tepat pada tanggal 24 Agustus 2023 hari ini, Prof. Dr. Saparinah Sadli yang akrab disapa Ibu Sap ini genap berusia 97 tahun. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia telah berkomitmen dan konsisten untuk terus berkontribusi dan berdedikasi. Bahkan di masa lanjut usianya, ia pun masih terus berkarya.\u00a0 Ibu Sap merupakan Dekan Fakultas Psikologi UI tahun 1976-1981 yang berkarier sebagai akademisi, motivator, mediator, penggerak masyarakat, sekaligus pejuang HAM khususnya bagi perempuan. Fakultas Psikologi UI merupakan tempat awal karier akademiknya dan juga tempat ia menimba ilmu untuk meraih gelar doktornya. \u201cPsikologi di Indonesia: Sumbangannya kepada masyarakat serta masalah-masalah dalam perkembangannya\u201d menjadi judul pidato dalam pengukuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8113,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-8112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8114,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8112\/revisions\/8114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}