{"id":12790,"date":"2026-07-24T02:23:16","date_gmt":"2026-07-24T02:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/?p=12790"},"modified":"2026-07-24T02:23:19","modified_gmt":"2026-07-24T02:23:19","slug":"research-day-seri-7-bahas-peran-kakek-nenek-dalam-perkembangan-bahasa-anak-di-keluarga-multigenerasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/2026\/07\/24\/research-day-seri-7-bahas-peran-kakek-nenek-dalam-perkembangan-bahasa-anak-di-keluarga-multigenerasi\/","title":{"rendered":"Research Day Seri 7 Bahas Peran Kakek-Nenek dalam Perkembangan Bahasa Anak di Keluarga Multigenerasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DEPOK<\/strong> &#8211; Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI) kembali menyelenggarakan Research Day Seri 7 pada Jumat (17\/7) secara <em>hybrid <\/em>di Ruang B.010 Gedung B FPsi UI dan melalui <em>Zoom<\/em>. Kegiatan ini menghadirkan <strong>Ni Putu Ananda Putri Indrayani, S.Psi., M.Si.,<\/strong> Kandidat Magister Psikologi FPsi UI, yang memaparkan hasil penelitian tesisnya mengenai peran kakek-nenek dalam memfasilitasi perkembangan bahasa cucu usia prasekolah di keluarga multigenerasi di Bali. Seminar dipandu oleh <strong>Indri Hapsari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog<\/strong> dan diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas 9 peserta luring dan 21 peserta daring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penelitian kualitatif yang melibatkan sembilan kakek-nenek di Bali, Ni Putu Ananda Putri menjelaskan bahwa perkembangan bahasa anak tidak hanya dibentuk oleh orang tua, tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi sehari-hari bersama kakek dan nenek. Aktivitas sederhana, seperti makan bersama, bermain, mengobrol, hingga mendongeng, menjadi ruang bagi anak untuk belajar berkomunikasi sekaligus mengenal nilai-nilai sosial dan budaya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kakek-nenek memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa Bali kepada cucu melalui sapaan, doa, lagu, dan kebiasaan sehari-hari sehingga bahasa daerah tetap hidup di tengah penggunaan bahasa Indonesia yang semakin dominan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi berlangsung hangat dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai pengasuhan dalam keluarga multigenerasi dan perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan kakek-nenek bukan untuk menggantikan peran orang tua, melainkan melengkapi proses pengasuhan melalui kedekatan emosional, komunikasi sehari-hari, serta pewarisan bahasa dan budaya kepada generasi berikutnya.<br><br><strong>Kontak Media<\/strong><br>Fakultas Psikologi<br>Universitas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"562\" data-id=\"12792\" src=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581-1000x562.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12792\" srcset=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581-1000x562.jpg 1000w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581-300x169.jpg 300w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581-768x432.jpg 768w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03581.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"562\" data-id=\"12793\" src=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597-1000x562.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12793\" srcset=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597-1000x562.jpg 1000w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597-300x169.jpg 300w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597-768x432.jpg 768w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/07\/DSC03597.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEPOK &#8211; Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI) kembali menyelenggarakan Research Day Seri 7 pada Jumat (17\/7) secara hybrid di Ruang B.010 Gedung B FPsi UI dan melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Ni Putu Ananda Putri Indrayani, S.Psi., M.Si., Kandidat Magister Psikologi FPsi UI, yang memaparkan hasil penelitian tesisnya mengenai peran kakek-nenek dalam memfasilitasi perkembangan bahasa cucu usia prasekolah di keluarga multigenerasi di Bali. Seminar dipandu oleh Indri Hapsari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dan diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas 9 peserta luring dan 21 peserta daring. Melalui penelitian kualitatif yang melibatkan sembilan kakek-nenek di Bali, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12794,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-12790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12790"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12796,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12790\/revisions\/12796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}