{"id":12213,"date":"2026-06-05T09:46:57","date_gmt":"2026-06-05T09:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/?p=12213"},"modified":"2026-06-05T09:50:45","modified_gmt":"2026-06-05T09:50:45","slug":"bakti-tak-harus-serumah-temuan-penelitian-tentang-lansia-dan-anak-dewasa-yang-tinggal-bersama-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/2026\/06\/05\/bakti-tak-harus-serumah-temuan-penelitian-tentang-lansia-dan-anak-dewasa-yang-tinggal-bersama-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Bakti Tak Harus Serumah: Temuan Penelitian tentang Lansia dan Anak Dewasa yang Tinggal Bersama di Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>DEPOK<\/strong> \u2013 <strong>Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia<\/strong> <strong>(F.Psi. UI) <\/strong>menggelar <em>Research Day<\/em> Seri 5 pada Jumat (29\/05), secara daring lewat <em>Zoom<\/em>. Webinar ini dihadiri oleh Ibu <strong>Lathifah Hanum, M.Psi., Ph.D., Psikolog<\/strong> sebagai narasumber dan Sdri. <strong>Khairunnisa Fahira Dumbi, M.Psi., Psikolog<\/strong> sebagai moderator, di mana keduanya merupakan anggota <strong>Kelompok Riset Studi Keluarga Fakultas Psikologi UI<\/strong>. Paparan bertajuk &#8220;<em>Antara Bakti dan Beban: Suara Lansia dan Anak Dewasa tentang Tinggal Bersama di Indonesia<\/em>&#8221; ini membedah fenomena yang sangat dekat dengan keseharian banyak keluarga Indonesia. Pasalnya, data BPS (2024) mencatat 70,18% lansia tinggal dalam satu atap bersama anak dan cucunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini menggali cerita dari 20 lansia dan 30 anak dewasa di berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi, lewat wawancara mendalam berbasis <em>vignette<\/em>, yaitu skenario hipotetis yang dipakai untuk memancing respons lebih jujur. Hasilnya, ada lima faktor yang ternyata ikut memengaruhi keputusan tinggal bersama: rasa bakti kepada orang tua, kualitas hubungan keluarga, status pernikahan, kondisi keuangan, serta kesehatan dan kemampuan beradaptasi. Yang menarik, keputusan ini ternyata tidak semata soal kewajiban. Baik lansia maupun anak dewasa sama-sama memandang perawatan orang tua sebagai tanggung jawab yang bisa dibagi dan disesuaikan dengan situasi keluarga masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu pesan yang paling kuat dari penelitian ini yakni bakti kepada orang tua tidak harus berarti tinggal serumah. Hubungan yang hangat, komunikasi yang terbuka, dan dukungan yang konsisten jauh lebih bermakna dibanding sekadar satu atap. Diskusi di sesi tanya jawab pun melebar ke isu-isu yang tidak kalah nyata, mulai dari tekanan ekonomi yang membuat tinggal bersama jadi satu-satunya pilihan, beban <em>sandwich generation<\/em>, persaingan antaranak dalam urusan merawat orang tua, hingga pentingnya menjaga batasan yang sehat saat orang tua dan anak dewasa hidup bersama dalam satu rumah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kontak Media<\/strong><br>Fakultas Psikologi<br>Universitas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"650\" data-id=\"12214\" src=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34-1000x650.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12214\" srcset=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34-1000x650.jpeg 1000w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34-300x195.jpeg 300w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34-768x499.jpeg 768w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34-1536x998.jpeg 1536w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.34.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"562\" data-id=\"12215\" src=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.35-1000x562.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12215\" srcset=\"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.35-1000x562.jpeg 1000w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.35-300x169.jpeg 300w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.35-768x432.jpeg 768w, https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-05-at-16.35.35.jpeg 1366w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEPOK \u2013 Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F.Psi. UI) menggelar Research Day Seri 5 pada Jumat (29\/05), secara daring lewat Zoom. Webinar ini dihadiri oleh Ibu Lathifah Hanum, M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai narasumber dan Sdri. Khairunnisa Fahira Dumbi, M.Psi., Psikolog sebagai moderator, di mana keduanya merupakan anggota Kelompok Riset Studi Keluarga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12216,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-12213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12213"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12221,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12213\/revisions\/12221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikologi.ui.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}