DEPOK – Seminar Speech Delay dari Perspektif Riset dan Praktisi diadakan secara hybrid di Auditorium Gedung H, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI), dengan pembicara Indri Hapsari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Dosen dan Ketua Kelompok Riset LEds Fakultas Psikologi UI, serta Calisha Abdi, M.S., SLP sebagai Medical SLP, Clinical Fellow, Seattle, Washington, USA (25/9).
Melalui perspektif riset, Indri Hapsari menekankan pentingnya membedakan speech, language, dan communication karena istilah speech delay sering digunakan secara luas dan dirancukan dengan keterlambatan bahasa ataupun permasalahan komunikasi. Penggunaan istilah yang tepat diperlukan untuk mendukung penelitian, pemeriksaan, dan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Perkembangan bicara dan bahasa setiap anak dapat berlangsung secara berbeda. Selanjutnya, membahas Developmental Language Disorder (DLD), yaitu kondisi kesulitan bahasa yang dapat menghambat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, diperlukan kolaborasi antara antara orang tua, guru, dan terapis untuk membantu anak dengan kesulitan perkembangan bahasa.
Sementara itu dari perspektif praktisi, Calisha Abdi menjelaskan bahwa speech delay merupakan gejala atau tanda adanya hambatan komunikasi. Evaluasi sedini mungkin, terutama pada periode lahir hingga 5 tahun, penting dilakukan untuk mendukung perkembangan komunikasi anak. Dalam proses asesmen, terapis wicara akan memeriksa kemampuan bicara, meliputi kognisi, bahasa, bicara dan pendengaran melalui wawancara orang tua, skrining pendengaran, observasi dengan child-led play, pengumpulan sampel bicara dan bahasa, serta asesmen terstruktur dan dinamis. Dengan demikian, profil dan kebutuhan setiap anak dapat diidentifikasi untuk menentukan dukungan maupun intervensi yang sesuai.
Perpaduan perspektif riset dan praktisi dalam seminar ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap perkembangan komunikasi anak. Dengan penggunaan istilah yang tepat, asesmen yang menyeluruh, identifikasi sejak dini, serta dukungan yang tepat dan kolaboratif, baik saat berinteraksi di rumah dan sekolah, serta bantuan terapis sesuai kebutuhan setiap anak.
Kontak Media
Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia



