DEPOK — Dalam upaya memperkuat benteng pertahanan ekosistem pendidikan dari ancaman paham radikal dan kekerasan, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FPsi UI), Nathanael Sumampouw, M.Psi., M.Sc., Ph.D., Psikolog, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan”.
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bertujuan untuk mengedukasi dan memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan sekolah. Acara ini dihadiri oleh jajaran Komite Sekolah, tenaga pendidik (guru), dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., juga turut hadir untuk memberikan pidato utama dalam acara tersebut.
Dalam pemaparannya, Nathanael Sumampouw berbasis berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi terhadap pelaku ekstrimisme kekerasan di sekolah. Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan suasana belajar yang inklusif, aman, dan toleran guna membendung masuknya pengaruh buruk tersebut.
“Satuan pendidikan bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga fondasi pembentukan karakter dan daya kritis siswa.” ujar Nathanael dalam paparan sosialisasinya. Beliau menambahkan bahwa temuan berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi forensik mengenai upaya deketsi diri dan intervensi psiko sosial yang mengedepankan rehabilitasi dan kepedulian di sekolah menjadi kunci utama dalam mengidentifikasi perubahan perilaku anak didik yang mengarah pada penyimpangan atau radikalisme.
Selain memaparkan teori dan potensi risiko, Nathanael Sumampouw juga memberikan panduan praktis mengenai intervensi berbasis empati dan pendekatan suportif yang dapat diterapkan oleh para guru maupun pihak sekolah. Langkah-langkah preventif ini diharapkan mampu membangun ketahanan mental peserta didik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda kekerasan.
Melalui kegiatan ini, para peserta yang terdiri dari komite sekolah dan warga di lingkungan sekolah diharapkan dapat membawa wawasan baru serta mengimplementasikan strategi penanggulangan ekstremisme secara efektif di lingkungan sekolah masing-masing demi terciptanya iklim pendidikan yang kondusif dan damai.
Kontak Media
Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia



