100 Tahun Saparinah Sadli: Perjalanan Panjang Seorang Akademisi dan Pejuang Kemanusiaan

DEPOK – Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F.Psi UI) menggelar kegiatan Mengenal 100 Tahun Prof. Saparinah Sadli sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang beliau dalam dunia psikologi, isu perempuan, hak asasi manusia, dan pemberdayaan masyarakat, pada Kamis (18/06). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh yang pernah bekerja dan berproses bersama Prof. Saparinah Sadli untuk berbagi cerita mengenai sosok beliau, mulai dari kiprah akademiknya hingga perjuangannya di berbagai isu sosial. Dalam berbagai cerita yang disampaikan, Prof. Saparinah Sadli dikenang sebagai sosok yang aktif, kritis, dan tidak pernah berhenti belajar sepanjang hidupnya.

Acara dikemas dalam empat episode perjalanan hidup Prof. Saparinah Sadli. Episode pertama mengulas masa kecil, perjalanan pendidikan, serta kiprahnya di F.Psi UI. Episode kedua membahas kontribusinya dalam pengembangan kajian perempuan dan gender, termasuk keterlibatannya dalam lahirnya Komnas Perempuan. Selanjutnya, episode ketiga menyoroti perjuangan beliau dalam isu hak dan kesehatan perempuan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan episode keempat yang membahas perhatian dan kontribusi Prof. Saparinah Sadli terhadap pemenuhan hak serta pemberdayaan lansia. Gagasan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan lansia, termasuk komunitas Mitra Lansia Berdaya yang menjadi ruang bagi lansia untuk tetap aktif, sehat, dan memiliki makna dalam kehidupannya. Setiap episode diperkaya dengan pemutaran video dokumenter, sesi berbagi pengalaman dari para narasumber, serta penampilan khusus yang menggambarkan perjalanan hidup dan nilai-nilai yang beliau perjuangkan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta diajak melihat bagaimana pemikiran dan kontribusi Prof. Saparinah Sadli terus relevan hingga saat ini. Nilai yang terus terlihat dari perjalanan beliau adalah keberanian untuk mengambil sikap, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan membangun ruang dialog untuk mendorong perubahan. Perjalanan beliau menjadi pengingat bahwa psikologi tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga hadir untuk menjawab persoalan sosial, memperjuangkan kemanusiaan, serta mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi semua kelompok, termasuk perempuan dan lansia.

Kontak Media

Fakultas Psikologi

Universitas Indonesia