Fakultas Psikologi UI Gelar Diskusi Panel: Kupas Strategi Tetap Aktif dan Sehat di Usia Senja

DEPOK – Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (F. Psi UI) menyelenggarakan kegiatan Public Panel Discussion bertajuk “Active & Ageing Well: Two Perspectives on Living a Good Life”. Acara ini berlangsung secara luring di Aula Gedung D Lantai Dasar F. Psi UI pada Jumat, 10 April 2026.

Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses penuaan yang berhasil (successful aging) melalui dua kacamata utama: gaya hidup aktif (active living) dan psikologi penuaan (psychology of ageing). Melalui diskusi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami cara mempertahankan kualitas hidup dengan tetap aktif secara fisik maupun sosial di usia lanjut.

Acara yang dipandu oleh Lathifah Hanum, M.Psi., Ph.D., Psikolog, Dosen sekaligus anggota Kelompok Riset Studi Keluarga F. Psi UI ini, menghadirkan dua pakar internasional sebagai narasumber utama:

  1. Prof. dr. Bert Steenbergen (Radboud University, Belanda) Membawakan materi berjudul “Understanding and Promoting Physical Activity”. Beliau menekankan bahwa aktivitas fisik tidak hanya terbatas pada olahraga aerobik, tetapi juga mencakup latihan penguatan otot dan aktivitas harian seperti bersepeda, melakukan pekerjaan rumah tangga, hingga pekerjaan kantor. Menurutnya, gaya hidup aktif terbukti meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan sosial, dan menekan biaya perawatan kesehatan.
  2. Prof. Nancy A. Pachana, PhD, FAPS, FASSA (University of Queensland, Australia) Dalam paparan bertajuk “Healthy Ageing”, pakar Clinical Geropsychology ini menyoroti tren peningkatan populasi lansia (usia 65+) yang diprediksi melampaui 15% pada tahun 2050. Prof. Nancy menjelaskan bahwa kunci penuaan yang sukses terletak pada kemampuan fungsional—kapasitas individu untuk melakukan hal yang bermakna dalam hidup—yang dipengaruhi oleh kesehatan fisik, mental, serta lingkungan yang mendukung.

Sinergi Aktivitas dan Lingkungan

Poin utama yang dihasilkan dalam diskusi ini adalah bahwa kualitas hidup di masa tua tidak hanya bergantung pada kondisi kesehatan semata. Penuaan yang berhasil merupakan hasil interaksi antara aktivitas fisik yang konsisten, partisipasi sosial yang aktif, serta dukungan lingkungan yang inklusif di seluruh rentang usia.

Sesi diskusi juga menyentuh tantangan sosial nyata, termasuk dinamika dalam keluarga yang dihadapi kelompok lansia serta strategi praktis untuk tetap berdaya di usia tua. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara penyelenggara, narasumber, dan peserta dari kalangan umum.

Kontak Media:
Humas Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia