Prodi Magister Sains Gelar Diskusi Publik: “Connection or Illusion? AI Parasocial Bonds and Mental Well-Being”

DEPOK, 6 Maret – Di era digital yang berkembang pesat, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar alat bantu fungsional, tetapi telah merambah ke wilayah emosional manusia. Menanggapi fenomena ini, Program Studi Psikologi Program Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyelenggarakan Diskusi Publik dan Campus Tour 2026 bertajuk “Connection or Illusion? AI Parasocial Bonds and Mental Well-Being” pada Jumat (6/3).

Acara yang berlangsung secara hybrid di Smart Class F. Psi UI ini menghadirkan para pakar untuk membedah bagaimana interaksi dengan AI memengaruhi kesehatan mental dan cara manusia membangun relasi.

Dalam sesi utama yang dipandu oleh Dr. Joevarian Hudiyana, M.Si., dua narasumber ahli memaparkan sudut pandang psikologis yang mendalam. Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari,M.Hum., Psikolog, menyoroti bagaimana AI menciptakan kesan timbal balik yang kuat, berbeda dengan figur media tradisional. Beliau menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam melihat apakah AI benar-benar menjadi solusi atas kesepian atau justru memperkuat isolasi sosial.

Senada dengan hal tersebut, mgr. Erita Narhetali, S.Psi., membahas dinamika digital dan psikologi komputasional. Ia menguraikan bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi afeksi dan keterikatan manusia, terutama dalam membentuk konstruksi makna di masyarakat kontemporer.

Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lebih jauh Program Studi Magister Sains Psikologi UI. Whinda Yustisia, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Program Studi, memaparkan profil dan keunggulan program sebagai ruang pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan teori dengan isu mutakhir masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi Campus Tour. Peserta yang hadir secara langsung dibagi ke dalam kelompok kecil untuk meninjau berbagai fasilitas unggulan, mulai dari laboratorium riset, ruang kelas modern, hingga student lounge dan ruang baca.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai instansi ini ditutup dengan suasana hangat melalui buka puasa bersama. Panitia juga memberikan apresiasi kepada tiga peserta dengan konten Instagram terbaik selama acara berlangsung.