Dosen dan Mahasiswa Psikologi UI Berikan Psikoedukasi tentang Anak Berkebutuhan Khusus dan Pendidikan Inklusif untuk Orang Tua di TK Inklusif

Dosen dan Mahasiswa Psikologi UI Berikan Psikoedukasi tentang Anak Berkebutuhan Khusus dan Pendidikan Inklusif untuk Orang Tua di TK Inklusif

Tim Pengabdi Masyarakat Universitas Indonesia (UI) yang terdiri atas dosen dan mahasiswa fakultas psikologi menggelar psikoedukasi “AKU PEDULI” yang merupakan singkatan dari anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. Program Psikoedukasi ini diberikan kepada orang tua anak reguler (yang tidak memiliki kebutuhan khusus) di salah satu TK Inklusif di Cipete, Jakarta Selatan pada bulan April 2019. Program pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Ibu Farida Kurniawati, S.Psi., M.Sp.Ed., Ph.D., Psikolog (Dosen fakultas Psikologi UI) ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan orang tua anak reguler di TK Inklusif tentang anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran serta mendorong keterlibatan orang tua anak reguler di sekolah inklusif.

Program ini juga merupakan bentuk dukungan UI dalam menyukseskan implementasi pendidikan inklusif sejak usia dini. Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa yang berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak reguler dalam satu lingkungan belajar yang sama. Program psikoedukasi “AKU PEDULI” diberikan melalui kegiatan ceramah disertai diskusi dan didukung dengan media psikoedukasi berupa booklet, leaflet, dan penayangan video animasi. Ketiga media psikoedukasi tersebut berisi informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif pada orang tua anak reguler di TK Inklusif. Media psikoedukasi berupa booklet, leaflet dan video animasi mengemas informasi lebih menarik dan memudahkan penggunanya memahami informasi yang diberikan.

Program psikoedukasi ini dilaksanakan di tingkat TK didasarkan atas fenomena anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-temannya dan jarang dilibatkan dalam kegiatan bermain. Usia anak yang masih dini dan belum memiliki pengalaman hidup yang banyak, membuat peran orang tua termasuk orang tua anak reguler sangat krusial dalam memberikan pemahaman kepada anak tentang temannya yang memiliki kebutuhan khusus. Selain itu, belum tersedianya akses informasi komprehensif bagi orang tua di TK Inklusif terkait anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. Keterbatasan informasi yang dimiliki orang tua anak reguler dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keterlibatan orang tua yang minim dalam pendidikan inklusif. Padahal ketika orang tua memahami pentingnya pendidikan inklusif dan memiliki cukup informasi tentang hal tersebut maka orang tua akan lebih peka dengan isu pendidikan inklusif dan akan lebih mendukung pelaksanaan program inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya peran orang tua dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di tingkat pra-sekolah khususnya dalam mendukung hubungan pertemanan antara anak reguler dengan anak berkebutuhan khusus di TK Inklusif.

Program ini juga mendorong orang tua untuk membuat action plan yang menghasilkan rencana keterlibatan orang tua dalam pendidikan inklusif pada 3 hal yakni keterlibatan dalam pembelajaran di rumah, volunteer, dan komunikasi. Ketiga rencana keterlibatan tersebut meliputi pembelajaran di rumah yakni membantu anak untuk memahami temannya yang memiliki kebutuhan khusus dengan kegiatan telling story. Volunteer yakni orang tua menjadi panitia kegiatan di sekolah dan komunikasi dengan menjalin komunikasi dan memberikan dukungan kepada orang tua anak berkebutuhan khusus.

Keunggulan dari penggunaan media pendukung seperti booklet,leaflet dan video animasi dalam program psikoedukasi “AKU PEDULI” dapat dengan mudah direplikasi pihak sekolah dalam mensosialisasikan program pendidikan inklusif di tingkat TK. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi TK Inklusif di Indonesia dalam menyediakan akses informasi yang komprehensif tentang anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif kepada orang tua.  Serta menumbuhkan kesadaran orang tua dalam menyukseskan implementasi pendidikan inklusif di tingkat TK.

We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

× Whatsapp Fakultas